Rabu, 12 Desember 2012

Puisi Karyaku

Segores kata yang tersurat,
menyimpan makna yang tersirat...







-:Seberkas Luka:-

Duhai Mawar yang merekah Indah,
Dapatkah ku sentuh engkau tanpa terluka,
Begitu Nestapa bila hatiku di rundung duka,
Kemana lagi kaki melangkah, mencari CINTA..

Duhai Pelangi di langit Jingga,
Dapatkah warnamu ceriakan jiwa,
Jiwa yang terlena rayuan dirinya,
semanis cinta tinggalkan seberkas Luka....





                                             

 -:Diagframa Lara:-

aku seperti si buta yang tak kenal aksara,
seperti si bisu yang tak tahu berkata-kata,
aku seakan tersesat di ujung peraduan,

seakan terjerat di jeruji penuh kebimbangan..
aku laksana senyap dalam keramaian,
berteriak pun tak bernada dan berirama,
aku bagaikan sunyi diantara kebisingan,
bersuara pun tak ada yang bisa mendengarnya...

aku hanyalah serpih diantara keping hati,
berserakan dan terkoyak oleh sisi Arogansi............

dan kau....
adalah Tahta yang bermahkota di pesanggrahan cinta..











-:Pekat di Ujung Malam:-


Duhai PEKAT yang singgah di ujung malam,
dapatkah ku raba sosokmu meski tanpa rupa..
Duhai KELAM yang berdiri di Ujung Sunyi,
dapatkah ku sapa bayangmu meski tanpa Wajah...

sastra ini tertulis seperti air yg mengalir,
Ungkapan hati terlukis seperti kayu yang Terukir.....

aku pengelana malam dengan syair picisan,
mencoba merobek sepi dengan sejuta imaji..
aku ksatria Cinta tanpa kuda berpelana,
mencoba mengisi dinding ini dengan Puisi......










-:Dari Hati Yang Istimewa:-

Aku bukan pahat yg bs mengukir lagu di atas batu,
juga bukan hujan yg bs lukis pelangi di bawah sinar mentari..
aku hanya cacing yg bs menyuburkan tanaman meski tubuhku hancur berkalang dengan tanahnya...
Untukmu Kasih......
Ku persembahkan Cinta yg sederhana dari hati yg istimewa,
hanya untukmu..hanya padamu..
 
 
 -:Keindahannya masih di Hati:-
Kamu yg masih terpaku dalam sendu..
Kamu yg masih terdiam diantara temaram..
Riuh bisik hati berkata pada nostalgia,
tak senyapkan kebisingan pikiran yg bicara...

Lipat rapih lembaran kusam ini,
tutuplah buku dan jgn kau buka lagi...
Meski kini dirinya tiada di sisi,
tapi ku yakin keindahnya kan tersimpan dlm hati....


Tidak ada komentar:

Baca juga artikel ini: